Sistem Analisis Risiko Stunting

Deteksi stunting
yang bisa dijelaskan.

Fuzzy inference engine yang memadukan antropometri WHO, perilaku konsumsi, dan kearifan lokal Appakalebbiran. Setiap keputusan tersimpan, terjelaskan, dan tervalidasi ahli.

Dipakai oleh Lihat studi →
Dinas Kesehatan
Puskesmas
Posyandu
Kemenkes RI
Bappeda
BKKBN
Kenapa APPACARE

Bukan cuma catat BB/TB.
Menjelaskan kenapa.

←→
Alur kerja

Dari timbangan
ke intervensi.

  1. 01
    Input antropometri

    BB, TB, lingkar lengan, z-score HAZ/WAZ/WHZ dari Posyandu.

  2. 02
    Input perilaku & konsumsi

    DDS, protein hewani, pola asuh, sanitasi, Appakalebbiran, riwayat sakit.

  3. 03
    Fuzzy inference

    Fuzzifikasi → rule evaluation → defuzzifikasi. Setiap rule tercatat.

  4. 04
    Rekomendasi + audit

    Konten CMS pangan lokal, kunjungan kader, rujukan Puskesmas.

Assessment #A-2412Hitung
HAZ−2.3stunted 0.40
DDS3rendah 0.50
Protein2×/mgrendah 0.50
Rule fired6R2, R3, R11, R16
Risk score78.0tinggi
Kisah mereka

Dipakai di lapangan.
Bukan cuma di slide.

▶
▶
84.2%Akurasi fuzzy vs label stunting

"Target ≥80% tercapai pada pilot 500 assessment."

0.87AUC-ROC

"Dibandingkan baseline logistik (0.74) dan RF (0.83)."

<1sWaktu inferensi

"End-to-end dari input ke rekomendasi di dashboard."

Integrasi

Dari Posyandu
ke Dinkes.

Satu JSON endpoint. Setiap enam jam. Ringkasan assessment, distribusi risiko, dan rekomendasi — sampai ke meja Dinkes dan Bappeda.

Lihat endpoint →
  1. 01 Posyandu — input harian
  2. 02 APPACARE — fuzzy inference
  3. 03 Dinkes — dashboard wilayah
  4. 04 Bappeda — perencanaan
APPACARE
Dinkes
Puskesmas
Bappeda
Posyandu
Governance & Keamanan

Model yang bisa
diaudit.

Setiap keputusan punya jejak. Setiap rule punya evidence_ref. Setiap versi rule tersimpan.

Trust center →
Versioned rules

Setiap perubahan membership/rule → versi baru. Assessment menyimpan rule_version_id.

Audit trail

100% assessment menyimpan fired_rules_json. Siapa, kapan, rule mana.

Validasi ahli

Setiap rule punya evidence_ref. FGD ahli gizi, antropolog, tokoh budaya.

Data protection

NIK/KK hanya diakses role tertentu. DPO audit akses.

Explainability

≥3 rule aktif dengan derajat keanggotaan tampil di dashboard.

Dari lapangan

Yang mereka rasakan.

"Saya bisa jelaskan ke ibu balita kenapa anaknya masuk risiko tinggi. Bukan cuma angka."

Ibu NurKader Posyandu

"Yang bikin saya percaya: setiap rule punya dasar ilmiah dan versi."

Dr. AhmadAhli Gizi Dinkes

"Dari data Posyandu ke dashboard kecamatan, tanpa rekap manual."

Bu RatnaBidan Desa
FAQ

Pertanyaan
yang sering ditanya.

Data pribadi hanya diakses role tertentu. DPO melakukan audit akses. Semua request tercatat di audit_trail.

Ya. Antropometri mengikuti WHO 2006. Rule base divalidasi ahli gizi dan antropolog. Setiap versi rule punya evidence_ref dan disimpan di audit trail.

APPACARE bukan sekadar pencatatan. Ini sistem inferensi fuzzy yang menggabungkan antropometri WHO, perilaku konsumsi, dan kearifan lokal Appakalebbiran. Setiap output menjelaskan rule mana yang aktif.

Target ≥80% akurasi (TKT 5), ≥85% (TKT 6), AUC ≥0.80. Validasi pada dataset retrospektif Posyandu.

Siap deteksi stunting
dengan jelas?